P4 - Konsep Dasar Sistem Informasi


Penggunaan computer sudah wajib di setiap aktifitas.

Peran computer yang sesungguhnya adalah menyajikan informasi untuk pengambilan keputusan dan untuk perencanaan serta pengendalian operasi.

SIM telah ada jauh sebelum penggunaan computer. Teknik SIM telah ada untuk memberi manajer informasi yang memungkinkan mereka merencanakan serta mengendalikan operasi. Computer telah menambah satu atau dua dimensi, seperti kecepatan, ketelitian dan volume data yang meningkat yang memungkinkan pertimbangan alternative-altenatif yang lebih banyak dalam suatu keputusan.

Definisi Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Komponen sistem informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), yang terdiri dari:

a.       Blok masukan (input block). Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

b.      Blok model (model block). Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

c.       Blok keluaran (output block). Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

d.      Blok teknologi (technology block). Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

e.       Blok basis data (database block). Database merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras computer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (database management system).

f.       Blok kendali (control block). Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi seperti bencana alam, api, air, debu dll. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Informasi internal dapat diperoleh dari sistem informasi yang berupa hasil pengolahan data elektronik (PDE) atau non-PDE.



Perencanaan Sistem Informasi

Information System Planning (ISP) bercerita tentang bagaimana menerapkan pengetahuan tentang sistem informasi ke dalam organisasi.

Tingkat I         : Ide, mengetahui perlu adanya perubahan

Tingkat II        : Design, merancang cara pemecahannya

Tingkat III      : Pelaksanaan, menerapkan design ke dalam sistem

Tingkat IV      : Kontrol, memeriksa tingkat pelaksanaan dijalankan sesuai dengan design

Tingkat V        : Evaluasi, memeriksa apakah perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan semula

Tingkat VI      : Tindak lanjut, melaksanakan perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.

Bahan perencanaan sistem informasi adalah:

IDEàDESIGNàPELAKSANAANàEVALUASI

Pengelolaan Sistem Informasi

Pengelolaan sistem informasi merupakan faktor kunci bagi keterlaksanaan dan keberhasilan manajemen. Hal ini dapat dimengerti mengingat semua subsistem manajemen bertopang pada unsur manusia, baik sebagai manajer maupun sebagai bawahan.

Pemimpin yang efektif bertugas dan bertanggungjawab mengelola sistem informasi dalam rangka proses manajemen dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Tugas pengelolaan tersebut meliputi perencanaan informasi, transformasi informasi, komunikasi informasi, organisasi pelaksana, pemantauan dan pengendaliannya.

Pengendalian Sistem Informasi

Pengelola sistem informasi perlu memahami dan memiliki ketrampilan manajerial dalam melaksanakan kegiatan pengendalian sistem informasi, yakni:

1.      Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan informasi

2.      Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi

3.      Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi

4.      Kemampuan melaksanakan kegiatan koordinasi



Upaya-upaya pengendalian terhadap:

1.      Kegiatan perencanaan informasi

2.      Kegiatan transformasi informasi

3.      Kegiatan pengorganisasian pelaksana sistem informasi

4.      Kegiatan koordinasi dalam pelaksanaan sistem informasi

Definisi pengendalian sistem informasi adalah keseluruhan kegiatan dalam bentuk mengamati, membina, dan mengawasi pelaksanaan mekanisme pengelolaan sistem informasi, khususnya dalam fungsi-fungsi perencanaan informasi, transformasi, organisasi dan koordinasi.

Pengendalian bertujuan menjamin kelancaran pelaksanaan pengelolaan dan produk-produk informasi, baik segi kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktunya.

Pengendalian sistem informasi dilaksanakan melalui pengawasan dan pembinaan.

Pengawasan dilakukan, baik secara langsung, yakni di tempat dilaksanakannya sistem informasi itu, maupun secara tak langsung melalui laporan-laporan secara tertulis dan secara lisan.

Pembinaan melalui pelatihan, pengkajian, bimbingan teknis, dan kerjasama.

Penilaian sistem informasi

Fungsi utama dari penilaian sistem informasi adalah sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan.

Terdapat tiga strategi penilaian dalam sistem informasi, yaitu:

a.       Strategi penilaian masukan, yakni bertujuan untuk menilai perancanaan informasi yang disusun berdasarkan kebutuhan informasi yang nyata.

b.      Strategi penilaian proses, yang bertujuan menilai pelaksanaan transformasi informasi, mulai dari pengumpulan data, pengolahan, analisis dan penilaian, penyajian dan penyebarluasan, dokumentasi dan komunikasi yang secara keseluruhan merupakan suatu proses yang berkesinambungan.

c.       Strategi penilaian produk, yang bertujuan untuk menilai produk-produk informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi.

Berdasarkan hasil penilaian dapat dibuat keputusan yang tepat dan objektif tentang berbagai kegiatan pengelolaan sistem informasi tentang:

a.       Derajat keakuratan informasi yang diperoleh berdasarkan kebutuhan lapangan secara nyata

b.      Perencanaan informasi yang bermutu, artinya memenuhi persyaratan yang ditetapkan bagi suatu rencana informasi yang baik.

c.       Pelaksanaan kegiatan transformasi data dan informasi berdasarkan prosedur yang tepat dan benar

d.      Jenis dan mutu produk informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi.
Referensi:
Tata Sutabri. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

P 10 : Konsep dan Peranan Sistem Database di dalam SIM

P5 - Konsep Dasar Manajemen

P4 - Investasi